Picture : motorsport.com

Seri Motegi pada Siang kemarin menyuguhkan duel yang luar biasa ditengah kepungan hujan dan juga trek yang basah. Marquez dan Dovizioso kembali terlibat duel yang sangat seru di lap terakhir. Bahkan Marquez kembali mencoba peruntungannya di tikungan terakhir, sama seperti di Austria.
Semua berawal ketika Marquez di overtake Dovizioso di tikungan 10 selepas lintasan lurus. Dengan power yang dimiliki motornya Dovizioso berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bisa melewati Marquez. Setelah dilewati, Marquez tidak menyerah begitu saja. Ia terus menempel Dovizioso dibelakangnya.

Sampai ditikungan terakhir yang terdapat chicane yang sangat sempit, Marquez mencoba melakukan manuver "bodoh" yang sangat beresiko. Ia mencoba peruntungan kembali di tikungan terakhir dengan cara yang lebih ekstrim. Namun Dovizioso kembali lebih pintar daripada The Baby Alien. Seolah tahu apa yang akan dilakukan Marquez, Dovizioso menunggu Marquez melewatinya dan langsung mengambil sisi dalam.

Kemudian pada tikungan 3 Marquez melakukan manuver yang sangat berbahaya. Hal itu juga hampir menimbulkan malapetaka bagi mereka berdua. Beruntung Dovizioso mampu menghindari dan kecelakaan pun tidak terjadi. Marc Marquez pun meminta maaf atas overtaking beresikonya pada tikungan 3. Ia mengatakan pada tikungan 3 keadaan sudah sangat limit.

"Pada tikungan 3 keadaan sudah sangat limit karena saya mengerem di belakang Dovizioso dengan jarak yang cukup jauh," terang Marquez yang dikutip motorsport.com (Minggu 15/10/2017). Namun disisi lain Marquez cukup menikmati battle tersebut, bahkan manuver pada tikungan terakhir jauh lebih baik daripada yang dilakukannya di Austria. "Kami mengulang apa yang terjadi di Austria, tapi ini jauh lebih baik."

Kecerdasan Dovizioso yang Mampu Meredam Agresivitas Marquez
Picture : motorsport.com

Sekali lagi, GP Motegi membuktikan kepada kita semua bagaimana kecerdasan dan kematangan Dovizioso yang mampu meredam agresivitas Marquez. Dovi tidak pernah melakukan manuver-manuver yang sangat agresif, melainkan dirinya menunggu saat yang tepat.

Tikungan terakhir kembali menunjukkan kematangan startegi yang dimiliki Dovizioso. Ia mengetahui apa yang akan dilakukan Marquez dan sudah melakukan antisipasi apa yang harus dilakukan oleh dirinya. "Ketika saya mengovertake dia [Marquez] pada tikungan 11, saya sudah bersiap mengambil startegi seperti di Austria pada tikungan terakhir," ujar Dovi yang dikutip motorsport.com.

"Saya mencoba berada di sisi luar pada tikungan terakhir, dan itu adalah keputusan yang benar. Apabila saya menutup celah, maka dirinya akan kesulitan untuk melewati saya. Dan ketika dia [Marquez] melewati saya, maka ia akan merubah arah dengan cepat [melebar]." Dovizioso mencoba memberi jalan kepada Marquez untuk melewatinya di tikungan terakhir. Ini karena ia sudah yakin pasti Marquez akan melebar pada tikungan tersebut.

Apabila ia menutup celah, sama saja ia bunuh diri karena dengan kenekatan yang dimiliki Marquez ia tak segan-segan melakukan hal-hal yang sangat berbahaya. Dovizioso sudah sangat mengetahui apa saja yang akan dilakukan Marquez di saat-saat krusial seperti itu. Ia telah belajat banyak dari duelnya dengan Marquez pada seri Austria lalu.

Kini jarak poin antara mereka berdua mejadi 11 poin, dan kesempatan bagi Dovizioso kembali sangat terbuka. 3 race terakhir yakni Australia, Sepang, dan Valencia menjadi sangat krusial. Mereka harus memaksimalkan performa mereka dan mendapatkan hasil terbaik demi gelar juara dunia pada tahun ini.

Sumber