Memasuki musim 2018, para pebalap MotoGP mulai menentukan masa
depan, termasuk Valentino Rossi. Awalnya, pihak Yamaha yakin akan
memperpanjang kontrak Rossi selama dua tahun mendatang. Beberapa waktu
lalu, sahabat Rossi, Uccio seperti dikatakannya kepada speedweek.com
(12/9/2017), berpendapat bahwa Rossi dan dirinya sudah meminta kepada
Yamaha untuk
memperpanjang kontrak Rossi pada tahun 2018 hingga 2020.
Dengan begitu, usia Rossi hingga 2020 akan menjejaki 40 tahun. Mungkin
itu juga yang menjadi pertimbangan Yamaha.
crash.net
Mungkin
saja, Yamaha berpikir egois mementingkan kehidupannya di tahun 2020.
Dengan usia Rossi yang berusia 40 tahun, tentu akan kalah jauh dibanding
dengan stamina para pebalap muda Honda seperti Marc Marquez. Malah di
tahun-tahun mendatang pebalap muda dari Moto2 mulai naik kelas dengan
membawa gairah sangat panas dan tinggi untuk balapan dengan gila di
MotoGP. Sebut saja Franco Morbidelli yang akan naik ke MotoGP 2018 dan
adik Marquez sendiri, Alex Marquez yang diprediksi akan naik ke MotoGP
pada tahun 2019. Bisa dibayangkan kan? Bagaimana performa Rossi yang
sudah kepala 4 jika dibandingkan dengan pebalap-pebalap yang usianya
masih setengah dari masa hidupnya, yaitu pebalap berusia kepala 2. Pihak
Yamaha seperti yang diungkap
tuttomotoriweb.com (10/10/2017),
memberikan waktu lebih lama kepada Rossi untuk berpikir. Yamaha baru
akan menentukan perpanjangan kontrak setelah GP Mugello tahun 2018
mendatang. Istilahnya, untuk apa mempertahankan Rossi yang sudah tua dan
kompetitifnya menurun, jika bisa merekrut pebalap muda yang masih
bergairah mengimbangi Maverick Vinales.
gpone.com
Lalu
haruskah Rossi pensiun hanya karena kalah dari para rival muda-nya?
Uccio, sahabat Rossi yakin bahwa Rossi tidak akan berhenti balapan
hingga Ia yang tau sendiri kapan waktunya berhenti. Rossi pun mengatakan
di motogp.com (23/8/2017), Ia akan lanjut jika masih bisa tampil
kompetitif. Tentunya, Ia tak ingin menyesali pisah dengan hal yang
sangat Ia cintai, motor dan balapan.
motogp.com
Jika
Yamaha nanti pada akhirnya memilih egois dan menendang Rossi dari
pabrikannya, apakah ada pabrikan yang mau menerima Rossi? Kira-kira
masih mampu-kah Rossi untuk pindah pabrikan di masa-masa nya yang mulai
senja? Tapi, rasa-rasanya, Yamaha tak akan sampai hati membuang Rossi
begitu saja. Pasalnya, Rossi merupakan pebalap yang berdedikasi untuk
pengembangan dan kebangkitan Yamaha.
Sumber