
Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Yamaha akan fokus penuh pada Maverick Vinales dalam
perburuan gelar juara musim ini. Situasi ini dipandang tidak akan
menambah peluang juara Yamaha.
Vinales menjadi peluang paling
realistis bagi Yamaha setelah Valentino Rossi cedera panjang karena
mengalami kecelakaan. Bagi Rossi, insiden itu bisa dibilang menutup
peluangnya meraih titel juara dunia ke-10, karena dia masih akan absen
di seri Aragon akhir bulan ini.
Sampai kini, Vinales berada di
peringkat ketiga klasemen dengan koleksi 183 poin, tertinggal 16 poin
dari Andrea Dovizioso (Ducati) dan Marc Marquez (Honda) di dua teratas
klasemen sementara. Dengan sisa lima seri, Vinales masih mungkin
menyalip Dovizioso dan Marquez.
Dengan demikian, Yamaha tinggal fokus penuh pada Vinales. Ducati dan
Honda pun melakukan hal serupa dengan mengutamakan Dovizioso dan
Marquez.
"Saya tidak melihat keuntungan apapun," jawab bos tim Yamaha Lin Jarvis di
Autosport. "Selalu lebih baik memiliki dua peluru ketimbang satu peluru."
"Kalau
sesuatu terjadi pada Marc, Honda akan berada dalam kesulitan. Sekarang
kami melihat sesuatu telah terjadi pada Rossi. Bayangkan kalau Vale
hanya satu-satunya peluru kami, kami akan berada dalam kesulitan."
"Kami
tidak pernah meragukan bahwa memiliki dua pebalap dalam persaingan
lebih baik daripada hanya memiliki satu pebalap. Banyak orang
membicarakan tentang satu pebalap yang mencuri banyak poin dari pebalap
lainnya... Omong kosong."
"Setiap pebalap bersaing melawan
pebalap lainnya, dan untuk sebuah pabrikan memang lebih baik memiliki
dua peluru di dalam senjata. Begitulah. Terus terang, saya tidak melihat
ada positifnya."
Sumber : https://sport.detik.com/
ADS HERE !!!